MP3 dan WAV adalah dua format audio yang paling dikenal, dan keduanya dipakai untuk keperluan berbeda. Memahami perbedaannya membantu Anda agar kualitas tidak turun dan penyimpanan tidak penuh tanpa perlu.
WAV: tanpa kompresi
WAV menyimpan suara persis seperti saat direkam, tanpa kompresi. Ini format favorit untuk merekam, mengedit, dan mixing, karena tidak ada informasi yang hilang. Sebagai gantinya, ukuran filenya sangat besar.
MP3: terkompresi
MP3 memperkecil ukuran dengan banyak dengan membuang bagian suara yang nyaris tidak ditangkap telinga. Karena itu MP3 ringan, mudah dikirim, dan bisa diputar di hampir semua perangkat. Konsekuensinya, apa yang dibuang tidak bisa dikembalikan.
Berapa ukuran satu menit audio
| Format | Perkiraan ukuran per menit (stereo) |
|---|---|
| WAV (kualitas CD) | 10 MB |
| MP3 pada 320 kbps | 2,4 MB |
| MP3 pada 192 kbps | 1,4 MB |
| MP3 pada 128 kbps | 1 MB |
Lagu berdurasi empat menit dalam WAV berukuran sekitar 40 MB; dalam MP3 pada 192 kbps, kurang dari 6 MB.
Mana yang dipilih
- Mengedit atau memproduksi audio: bekerja dalam WAV dan ekspor ke MP3 di akhir.
- Berbagi, merilis podcast, atau menyimpan musik: MP3 pada 192 kbps atau lebih.
- Pesan suara atau wawancara: MP3 pada 128 kbps sudah cukup.
- Perangkat atau program yang hanya menerima WAV: ubah dengan MP3 ke WAV.
Yang perlu diingat
- Mengubah MP3 ke WAV tidak memperbaiki suara; filenya lebih besar, tetapi suaranya sama saja.
- Mengubah bolak-balik antar format terkompresi akan menurunkan kualitas sedikit demi sedikit. Selalu simpan file aslinya.
- Untuk memperkecil ukuran rekaman, gunakan WAV ke MP3 dan pilih kualitas yang Anda butuhkan.
Jika audio Anda berformat lain, alat audio ke MP3 menerima sebagian besar format yang umum.